Penyebab sering buang air kecil selama kehamilan

Author: | Posted in Umum No comments

Pada trimester pertama kehamilan, wanita sering mengalami gangguan kesehatan. salah satu penyakit yang paling sering adalah mual dan ingin muntah setiap pagi. Selain mual di pagi hari yang sering membuat wanita lemah, mereka juga sering bermasalah dengan buang air kecil atau buang air besar.

Wanita yang masuk dari bulan pertama hingga ketiga kehamilan sering buang air kecil. Bahkan dalam satu jam bisa 3-4 kali atau lebih. Kondisi ini tentu membuat mereka tidak nyaman. Apalagi tubuhnya masih sangat lemah. Jika Anda harus ke kamar mandi berkali-kali, kaki Anda juga akan terasa sakit.

Sekarang apa yang membuat wanita merasa seperti? Apakah frekuensi buang air kecil yang berlebihan merupakan tanda bahaya dan dapatkah itu mengganggu pertumbuhan janin itu sendiri?

Penyebab sering buang air kecil selama kehamilan

Secara umum, tidak ada yang salah dengan meningkatkan frekuensi berkemih yang dialami wanita selama trimester pertama kehamilan.

Peningkatan buang air kecil ini dapat terjadi karena ada peningkatan hormon progesteron pada awal kehamilan. Hormon ini berguna dalam pembentukan janin dan membuat calon anak tumbuh dengan sempurna. Sayangnya peningkatan progesteron ini menyebabkan ruptur kandung kemih.

Selain progesteron, ada lebih banyak hormon yang menyebabkan gangguan pada kemampuan buang air kecil pada wanita. Gangguan ini disebabkan oleh human chorionic gonadotropin. Kondisi ini biasanya membaik dengan sendirinya selama trimester kedua kehamilan. Namun, ketika janin melebar pada trimester ketiga, kondisi ini muncul kembali.

Selain masalah hormonal yang menyebabkan peningkatan frekuensi kencing, kondisi ini juga disebabkan oleh peningkatan volume air dalam tubuh. Karena meningkatnya volume air dalam tubuh, kerja ginjal akan meningkat dan meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Hal lain yang dapat menyebabkan peningkatan frekuensi kencing adalah infeksi saluran kemih. Karena kebersihan yang buruk atau pasangan yang melakukan hubungan seks tanpa kondom, infeksi akhirnya terjadi. Kondisi ini juga memicu peningkatan jumlah urin yang diproduksi oleh tubuh.
Gejala yang harus diwaspadai

Pada kenyataannya gejala umum gangguan kemih adalah frekuensi mandi yang menjadi lebih besar. Lebih lanjut, tubuh mungkin mengalami masalah seperti infeksi saluran kemih yang dibahas di atas.

Jika seorang wanita memiliki infeksi saluran kemih, beberapa hal di bawah ini biasanya muncul.

Urin tidak terlihat jernih atau agak kuning. Warnanya mungkin berubah sedikit berbusa dan warnanya lebih terkonsentrasi.
Dalam kondisi yang sudah parah, urin akan berwarna kemerahan atau merah muda. Warna merah berasal dari peradangan dan juga dari pendarahan yang terjadi di dalam tubuh.
Aroma urin sedikit berbau. Namun, jika terjadi infeksi, baunya lebih terkonsentrasi dan menyebar dengan mudah. Anda tentu bisa mengetahui baunya mana yang normal dan mana yang tidak.
Saat Anda buang air kecil, Anda akan merasakan sakit dan panas. Sensasi terbakar itu sangat mengganggu. Jika Anda memiliki masalah seperti ini, Anda harus segera pergi ke dokter.
Rasa sakit yang cukup intens saat buang air kecil. Nyeri ini timbul karena ada luka di saluran kemih dan juga area vagina yang terinfeksi.

Saat buang air kecil gejala seperti ini, artinya frekuensi buang air kecil yang sangat besar tidak lagi normal. Diperlukan segera mendapatkan perawatan yang tepat agar janin tidak mengganggu pertumbuhan.
Diagnosis sering buang air kecil selama kehamilan muda

Dokter tidak dapat segera menyatakan jika gangguan tersebut berasal dari infeksi atau kondisi normal tanpa diagnosis. Biasanya diagnosis yang dibuat meliputi yang berikut ini.

Analisa urin. Dokter Anda akan mengambil sampel urin yang Anda miliki. Selanjutnya, urine akan diperiksa untuk mengetahui ada tidaknya bakteri yang menyebabkan infeksi.
Periksa dengan memeriksa area vagina dan sekitarnya. Pada pemeriksaan ini, kandung kemih, uretra dan ginjal terdeteksi atau tidak.
Sistoskopi. Metode ini dilakukan dengan memasukkan lampu kecil dengan kamera video ke dalam vagina untuk menentukan apakah ada masalah dengan kandung kemih dan uretra.

Perawatan sering buang air kecil selama kehamilan

Sampai disebabkan oleh infeksi saluran kemih, pengelolaan frekuensi pengosongan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Wanita pertama disarankan untuk melakukan latihan kegel. Latihan kegel dilakukan untuk memperkuat otot-otot di daerah panggul. Jika otot ini kuat, wanita lebih bisa menahan keinginan untuk buang air kecil.

Cara membuat Kegel cukup sederhana. Seorang wanita disarankan untuk menyimpan air seni sebentar. Otot yang digunakan untuk menahan urin disimpan selama 10 detik atau yang terbaik. Lepaskan berikutnya dan pertahankan penahanannya lagi hingga 15 v

Bacajuga :